SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Puluhan warga Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendatangi Markas Polsek Baureno. Mereka menuntut agar Kepala Desa (Kades) setempat, Imam Mawardi, ditahan karena diduga menggelapkan beras untuk warga miskin (Raskin) untuk warganya, Kamis (21/3/2013).
“Ini adalah tindakan buruk, kami meminta agar Kades di hukum,” teriak salah satu warga di dalam markas polisi tersebut.
Warga menuding, Kades Imam Mawardi telah menggelapkan 145 karung Raskin yang seharusnya diberikan kepada warganya. Raskin tersebut tidak dibagikan kepada warga, namun diselewengkan.
Disaat warganya mendatangi Polsek Baureno, Imam Mawardi menghilang. Sejumlah warga yang mencari keberadaan pimpinan desanya tak berhasil menemuinya.
“Barang bukti berupa beras, dan mobil pick up sudah kita amankan,” kata Kapolsek Baureno, AKP Imam Hanafi.
Imam Hanafi menjelaskan, penyitaan barang bukti tersebut dilakukan petang
kemarin sekitar pukul 18.30 WIB. Tepatnya di jalur Kanor – Baureno di
Desa Karangdayu. Berasnya diangkut dengan mobil pick up Nopol S 9373 D, yang akan
dijual kepada pembeli di Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Dia tambahkan, saat penangkapan itu pelaku tidak ikut di dalam mobil,
hanya seorang supir, dan satu orang pembantu yang mengawal beras tersebut.
“Saat ini pelaku dalam pengejaran kita,” tegasnya.
Di Mapolsek Baureno, warga berkumpul melakukan diskusi bersama Kapolsek, Camat dan Muspika Baureno. Para warga membubarkan diri setelah tuntutannya diterima sejumlah di tingkat kecamatan. (had)