SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Becak cinta yang selama ini beroperasi liar di Alun-alun Kota Lamongan, Jawa Timur mulai ditertibkan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Penertiban ini untuk menjadikan lokasi sekitar kota tidak macet dan semrawut.
Selama ini becak cinta menjadi magnet bagi pengunjung alun-alun Lamongan. Namun keberadaannya meresahkan pengguna jalan karena tidak ada jam operasi yang ditentukan. Yakni mulai pagi hingga malam.
Bahkan, becak yang bisa ditumpangi 4-6 penumpang itu menjadikan lalu lintas kota menjadi sering macet dan semrawut. Lebih-lebih dimalam minggu, kemacetan semakin menjadi.
“Yang lebih parah, banyak tamu Bupati dipendopo sering kesulitan lewat karena dipenuhi becak cinta,†kata Sekretaris Dinas Perhubungan Lamongan Hari Agus SP, Jum’at  (21/3/2013)
Kondisi tersebut akhirnya membuat Dinas Perhubungan mengambil tindakan tegas. Para pemilik becak cinta berjumlah 8 orang dipanggil dan dikumpulkan kekantor Dinas Perhubungan. Mereka diberikan solusi agar bisa tetap beroperasi namun juga tidak mengganggu ketertiban kota.
Diterangkan Agus, sebelumnya para pemilik becak cinta beroperasi bersama-sama tanpa batasan waktu sehingga menimbulkan ruwetnya lalu lintas. Namun sekarang ini operasi mereka ditentukan jadwalnya.
“Becak cinta dilarang beroperasi berbarengan. Jadwal operasi mereka digilir. Perhari 3 becak yang boleh operasi. Waktunya juga ditentukan sore jam 16.00 hingga pukul 20.00,” lanjut Agus.
Para pemilik becak cinta tidak merasa keberatan dengan peraturan baru tersebut. Karena mereka masih diperbolehkan operasi.
“Mereka (pemilik becak cinta) juga tidak dikenakan tarikan resribusi sama sekali, “ tambah Agus lagi. (tok)