Pemkab Lamongan Garap Pasar Tradisional

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Ditengarai gagal mengembangkan pasar modern, Pemkab Lamongan, Jawa Timur ganti strategi dengan mengangkat pasar tradisional. Program ini diharapkan lebih dapat mengangkat sosial ekonomi masyarakat pedesaan.

Sederet pasar modern bernilai miliaran rupiyah yang dibangun Pemkab Lamongan yang belum prospektif, diantaranya, Lamongan Plaza, Pasar Semando Agrobis di desa Plaosan, Kecamatan Babat, dan Pasar Baru Babat. Proyek besar ini ternyata tak banyak diminati warga, sehingga cenderung sepi pengunjung bahkan ada yang nyaris ditinggalkan penghuni.  

Setidaknya ada dua pasar tradisional telah selesai dibangun Pemkab, yaitu Pasar Tradisional Produk Peternakan Terpadu (PTPPT) di Kecamatan Lamongan, dan Pasar Ikan Dinoyo di Kecamatan Deket. Dua pasar tersebut diresmikan Bupati Lamongan Fadeli, Kamis (21/3/2013) lalu.

PTPPT yang terletak tepat di sisi barat Pasar Sidoharjo, Kota Lamongan itu khusus diperuntukkan bagi perdagangan produk peternakan. Untuk saat ini pasar yang dibangun dengan anggaran Rp4,7 miliar itu akan digunakan perdagangan hewan unggas.

PTPPT dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang perdagangan. Seperti, dua unit bangunan los untuk perdagangan unggas, satu unit bangunan untuk penjualan daging, satu bangunan untuk penyembelihan unggas serta satu bangunan penampungan hewan. Namun ke depan, pasar ini juga direncanakan bakal digunakan untuk penjualan daging sapi. Pasar ini juga akan dilengkapi dengan Rumah Potong Hewan.

Baca Juga :   Konsumen Kecap Diminta Serahkan Struk

Pembangunan PTPPT itu seiring cukup banyaknya populasi ternak di Lamongan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat mencatat, terdapat 116.963 ekor sapi potong di Lamongan. Sementara populasi ayam buras mencapai 1.730.680 ekor dan ayam pedagang tercatat ada 33.371.618 ekor.

Pembangunan pasar khusus ikan di Desa Dinoyo tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memfasilitasi tingginya produksi ikan di Lamongan. Selama tahun 2012 lalu, produksi ikan Lamongan mencapai 109,5 ribu ton. Sebanyak 72,2 ribu ton dari perikanan tangkap dan 37,3 ribu ton lainnya berasal dari perikanan budidaya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *