SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pasar desa bisa menjadi aset desa yang potensial jika dikelola dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemkab Lamongan, Jawa Timur tahun ini akan mencanangkan program BUMDes Pasar Desa.
“Jumlah pasar desa di Lamongan ada 98 unit yang tersebar di 27 kecamatan. Kondisi pasar desa di Lamongan saat ini secara keseluruhan sudah dikelola oleh desa dengan membentuk pengurus desa,“ ungkap Kepala Bapemas Lamongan, MS Heruwidi.
Pemkab sendiri memberikan perhatian cukup besar terhadap keberadaan pasar desa (pasar tradisional) dengan mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk pembangunan pasar desa. Tahun lalu sebanyak 12 pasar desa mendapatkan dana hibah sebesar Rp2,250 miliar. Sedang tahun ini dana hibah sebesar Rp1,9 miliar akan kembali dikucurkan untuk 11 pasar desa.
Perkembangan pasar desa di Lamongan sangat prospektif. Dalam berbagai lomba pasar desa tingkat Jatim, pasar desa di Lamongan banyak meraih penghargaan. Tahun lalu Pasar Desa Kranji, Kecamatan Paciran lolos sampai tiga besar Jatim.
Sedang tahun ini, Pasar Desa Lembung Lor Desa Tunjungmekar Kecamatan Kalitengah masuk delapan besar Lomba Pasar Desa Tingkat Jatim. Pasar yang didirikan pada 1940 ini akan bersaing dengan Pasar Desa Pungpungan (Bojonegoro), Pasar Desa Margomulyo (Tuban), Pasar Desa Lerok (Jember), Pasar Desa Sumberberas (Banyuwangi), Pasar Desa Gambar (Blitar), Pasar Desa Suruh (Trenggalek), dan Pasar Desa Pojok (Ngawi). (tok)