Merasa Ditelantarkan Mbah Waiman Bunuh Diri

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Merasa frustasi karena tidak ada keluarga yang sudi merawatnya, Mbah Waiman (70), warga Dusun Piyak, Desa Karang Cangkring, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Sejumlah informasi menyebut, peristiwa tragis ini bermula ketika usianya sudah uzur  anak-anaknya yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang telah mengabaikannya. Mbah Waiman merasa frustasi karena jarang ditengok anak-anaknya, kemudian nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Pertama kali yang mendapatkan Mbah Waiman tewas gantung diri adalah tetangganya, Mashuri. Sekitar pukul 08.30 WIB sepulang dari takziah, Mashuri merasa curiga saat melintas di depan rumah Mbah Waiman masih tertutup rapat.

Mashuri yang merasa aneh dengan tertutupnya rumah kakek yang hidup sendiri itu, kemudian mendekati rumah Mbah Waiman. Setelah beberapa kali memanggil nama korban tidak ada jawaban, Mashuri kemudian nekad mendobrak rumah yang terkunci rapat.

Begitu rumah terbuka tak kepalang tanggung terkejutnya Mashuri mendapatkan tubuh Mbah Waiman tergantung di blandar ruang tamu. Karena takut, Mashuri kemudian ke luar rumah memanggil  tetangga lainnya. Beramai-ramai warga kemudian memotong tali yang digunakan korban untuk gantung diri.

Baca Juga :   DLH Bojonegoro Tanam 23.410 Bibit Pohon Sepanjang 2025

Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Ach Umar Dhami, mengatakan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuh korban. “Mbah Waiman tewas murni karena bunuh diri, “ kata Umar Dhami, Senin (25/3/2013).

Apalagi dari pengakuan beberapa warga yang ditanya petugas, sebelumnya Mbah Waiman sering mengeluh ingin mengakhiri hidup karena tidak ada yang merawatnya lagi. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *