SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqi
Bojonegoro – Seiring perkembangan sarana, dan prasarana mega proyek Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) selaku operator tidak menampik akan berupaya meningkatkan jumlah produksi Blok Cepu berada dikisaran 26 ribu barel per hari (bph).
“MCL turut mendukung tujuan pemerintah dalam memaksimalkan hidrokarbon (ikatan kimia),” ujar Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, Senin (25/3/2013).
Rexy menjelaskan, saat ini MCL sedang menjalankan penelitian untuk mencari opsi-opsi meningkatkan produksi  sambil mempertahankan integritas operasional. Termasuk faktor keamanan selama proses produksi.
Produksi Blok Cepu hingga sekarang ini masih berada pada kisaran 22-24 ribu bph di penampungan awal early production facility (EPF). Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga tengah mendesak agar produksi dapat ditingkatkan.
Kepala Lembaga Hubungan Masyarakat SKK Migas, Elan Biantoro, menyatakan, pihaknya sudah cukup lama mendesak peningkatan jumlah produksi itu. Pemerintah meminta agar ada peningkatan di kisaran 26-27 ribu bph.
“Memang itu yang sejak dulu kita minta, kalau Exxon mampu berarti sebuah keberhasilan,” ucap Elan.
Menurut dia, salah satu alasan penyebab tidak diperpanjangannya kontrak Presiden Direktur (Presdir) Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI), Richard Owen oleh Kementerian ESDM beberapa waktu lalu juga karena faktor tersebut. Terhitung sejak dengan tidak diperpanjanagnya kontrak tersebut, hingga saat ini Presdir EMOI masih juga belum terisi. (roz)