Pet Shop Mulai Dilirik di Tuban

penitipan hewan-Tbn

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Keberadaan tempat usaha penitipan, dan perawatan hewan peliharaan (Pet Shop) mulai hadir di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kondisi ini semakin melengkapi Bumi Ranggalawe sebagai kota dengan geliat industri besar.

Selain sebagai tempat penitipan hewan, usaha ini juga merambah makanan, dan suplemen beberapa jenis hewan peliharaan. Beberapa pembeli mengaku tidak kesulitan lagi mencari bahan makanan. Selama ini harus pergi ke Surabaya atau paling dekat ke Lamongan untuk mendapat makanan peliharaan mereka.

“Kalau ada di Tuban mudah. Tidak harus jauh-jauh ke Surabaya atau ke Lamongan,” terang Gunawan, pembeli asal Kota, Tuban, saat ditemui disalah satu Pet Shop di Jalan Letda Sutjipto Tuban, Rabu (27/3/2013).

Meski begitu, dia mengaku, belum berfikir untuk menitipkan hewan peliharaannya berupa anjing itu. Karena takut, setelah pulang dari Pet Shop anjing akan nakal, dan justru lupa pada majikannya.

“Kalau saya kerja jauh. Peliharaan saya pasrahkan kepada pembantu saya di rumah,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu petugas “Sugiarto Pet Shop” Jalan Letda Sutjipto, Desa Mondokan, Kecamatan Kota, Tuban, mengatakan, bisnis ini memang belum terlalu dikenal masyarakat luas. Disebutkan, saat ini yang laris baru pada jual beli makanan, dan beberapa suplemen obat hewan peliharaan.

Baca Juga :   Kumpulkan Dana Rp 3 Miliar untuk Bangun Masjid

“Kalau mau menitipkan hewan disini. Untuk satu hari tarifnya Rp30 ribu sudah masuk makanan untuk hewan tersebut,” terang Ekowati, salah satu karyawan Sugiarto Pet Shop.

Di tempat ini juga menjual beberapa hewan peliharaan seperti kucing, anjing, iguana hijau, tupai, dan beberapa hewan lain. Dengan harga sekitar Rp600.000 hingga Rp2 juta untuk satu hewan.

Sedangan untuk makanan, pria ini mengaku mematok dengan harga yang variatif. Tergantung jenis dan kualitas dari barang yang dia jual.

Pantauan di lokasi, baru ada satu tempat penitipan hewan di Tuban. Sejak didirikan sekitar satu bulan lalu. Tempat penitipan hewan tersebut masih sepi. Kemungkinan karena banyaknya masyarakat yang belum mengetahui adanya penitipan hewan ditempat tersebut. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *