SuaraBanyuurip.com – Samian SasongkoÂ
Bojonegoro – Jembatan sepanjang kurang lebih 40 meter yang menghubungkan Desa Sendangharjo dengan Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kondisinya sangat memperihatinkan. Aspal jembatan sudah terkelupas membuat kondisinya berlubang, dan pagar jembatan kanan kiri sudah rapuh.
Kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan itu. Apalagi jika berkendara di wilayah tersebut pada malam hari, harus ekstra hati-hati agar tidak tercebur dari jembatan.
Warga Desa Ngasem, Munawar Cholil, mengatakan, kerusakan jembatan itu terjadi sejak sekira tahun 2010 silam. Namun, saat sumur minyak Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu dieksplorasi sempat dilakukan perbaikan ringan. Yakni, pada tahun 2011 silam.
“Sekarang ini kondisi aspal jembatan sudah terkelupas membuat jembatan dengan panjang sekitar 40 meter itu berlubang-lubang. Sehingga, rawan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintasinya,” kata Munawar Cholill, Senin (1/4/2013).
Jembatan yang berada di wilayah Perhutani KPH Bojonegoro itu, jelas Munawar Cholil, tak hanya sebagai penghubung desa Sendangharjo-Ngasem saja. Namun, juga sebagai penghubung jalan poros Kecamatan Ngasem-Kecamatan Dander, Bojonegoro.
“Saya berharap dinas terkait segera melakukan pembangunannya. Agar, arus lalu-lintas Ngasem-Dander-Ngambon, dan Kalitidu bisa lancar,” imbunya.
“Sering banget saya mau melintasi jembatan berhenti dulu jika ada kendaraan dari arah berlawanan hendak melewatinya. Karena, kondisi jembatannya sudah ada yang berlubang dan hanya diberi papan kayu sebagai penutup lubang,” ungkap warga Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem, Andri, ditemui saat menunggu giliran lewat dari arah timur. (sam)