Kades 2 Periode di Lamongan Malas Ngantor

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Banyak kepala desa (kades) di Lamongan, Jawa timur yang sudah menjabat dua periode mengabaikan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.  Mereka jarang datang ke kantor desa sehingga tak sedikit menyebabkan warganya kecewa.

Masa jabatan kades tinggal sekitar 4 bulan lagi, karena bulan Mei mendatang akan dilakukan pemilihan kepala desa (Pilkades) massal di daerah ini. Sayangnya, sisa waktu yang hanya berbilang bulan tersebut para kades yang sudah menjabat dua periode justru malas-malasan bekerja. Sebagaian dari mereka sudah jarang aktif ngantor bahkan sulit ditemui di rumahnya. 

Dari pantauan SuaraBanyuurip.com, karena jarang ngantor, dan sulit ditemui warga yang butuh pelayanan terpaksa harus menelan kekecewaan.  Seperti yang terlihat di Kantor Desa Gumantuk, Kecamatan Maduran. 

Menurut warga setempat, Kades Gumantuk, Sri Mulyono, sudah jarang datang ke kantor desa. Jika warga hendak minta pelayanan harus mencari ke rumahnya. Namun, di rumah pun Sri Mulyono jarang bisa ditemui.

“Kades Mulyono sudah jarang ke kantor desa. Bikin pusing warga yang butuh tanda tangan, dan stempelnya, “ ujar warga yang keberatan menyebutkan namanya.

Baca Juga :   Berharap Pemkab Perhatikan Jembatan Penghubung Ngrejeng-Mojodelik

Parahnya, karena kades  jarang datang kekantor desa, perangkat desa Gumantuk dalam bekerja juga sesuka hatinya. Biasanya para perangkat datang di atas jam 10.00 WIB. Itu pun tidak semua perangkat desa yang ngantor.

SuaraBanyuurip.com membuktikan sendiri, sekitar pukul 9.45 WIB datang ke kantor Desa Gumantuk, suasana kantor desa masih kosong. Jangankan kades, satupun perangkat desa belum ada yang datang.

Saat dikonfirmasi tentang jarangnya ngantor, Sri Mulyono membantah. Menurutnya, dirinya masih aktif ngantor walau tidak setiap hari.

“Saya masih ajeg datang ke kantor desa,” katanya. Disinggung tentang ketidakaktifan perangkat desanya karena imbas jarangnya kades datang ke kantor desa, Sri Mulyono mengatakan, perangkat tidak bisa disiplin ngantor karena harus bekerja di sawah. 

“Kalau tidak menggarap bengkok (sawah) mau makan apa ? “ ujar Sri Mulyono dengan nada tinggi.

Sekcam Maduran, Taufikkurahman, saat dikonfirmasi tentang tidak aktifnya kades Gumantuk ngantor, dan jarang berada di rumah sehingga membuat resah warga mengatakan,  Kades Sri Mulyono sedang ada masalah pribadi keluarga.

Baca Juga :   1.050 Karyawan JOB P-PEJ Tetap Masuk

“Mungkin karena menghadapi problem keluarga itu, jadinya dia malas ngantor, “ ujar Taufikkurahman.

Kondisi yang sama terjadi di Desa Lebakadi, Kecamatan Sugio. Kades Lebakadi, Sidik,  yang menjabat dua periode, menurut beberapa warga, juga jarang datang ke kantor desa. Perangkat desa masuk kantor menjelang siang hari.

Beberapa desa di kecamatan lain yang kadesnya telah menjabat dua periode rata-rata juga tidak lagi aktif di kantor desa, dan sulit ditemui warganya. Mereka sibuk berbisnis untuk persiapan setelah purna tugas.

Banyak kades dua periode di Lamongan juga mengincar jadi Anggota Dewan. Masa pendaftaran Pemilu Legislatif (Pileg) bulan ini, menjadikan mereka semakin gencar menggalang massa tanpa lagi memperdulikan pemerintahan desa.

Tentang banyaknya kades dua periode yang sudah tidak lagi ngantor dan sulit ditemui warganya, Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Lamongan, Mohammad Nalikan,  menjawab akan melakukan cross cek ke camat. “Coba saya cross ceknya ke para camat. Trims infonya,“ kata Nalikan dalam pesan pendeknya. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *