SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) akan memperingatkan kontraktornya, PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) terkait mobiliasi peralatan pengeboran minyak di lapangan Banyuurip. Karena selain kerap menimbulkan kemacetan, mobilisasi dilakukan diwaktu arus lalu lintas padat.
Seperti mobilisasi alat pemboran yang dilakukan PDSI, Selasa (2/4/2013) siang tadi, memicu kemacetan di jalur Bojonegoro-Padangan. Khususnya dilokasi proyek pelebaran jalan seperti di Dusun Joroto, Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.Â
“Tidak seperti biasa macetnya, ada beberapa truk pengangkut peralatan pengeboran minyak banyuurip,” ucap salah seorang pengendara, Kamidin.
Pengendara lain, Budi, juga sempat mempertanyakan mekanisme penjadwalan mobilisasi tersebut.
“Kenapa kok tidak malam hari saja? setidaknya tidak akan terlalu macet seperti sekarang ini. Apalagi tadi juga terlihat tidak ada pengawalan,” keluh dia.Â
Sebagaimana diketahui, PDSI sedang melakukan mobilisasi peralatan pengeboran minyak Banyuurip, Blok Cepu untuk melakukan drilling 16 sumur di Well Pad B Banyuurip, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Â
“PDSI yang mengatur perusahaan pengangkutannya (transport company) dan semuanya sudah termasuk dalam kontrak,” ucap Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, Selasa (2/4/2013).
Rexy menegaskan, akan segera melakukan pembenahan dengan memberi masukan kepada PT.PDSI.Â
“Masukannya akan kami sampaikan kepada PDSI untuk ditindak lanjuti dengan pengaturan yang lebih baik,” pungkas dia.
Sebelumnya, mobilisasi pengangkutan alat pengeboran yang dilakukan PDSI kerap salah jalur dan kesasar. Dua trailer pengangkut alat pengeboran menyasar ke jalur menuju jalan Raya Bojonegoro – Nganjuk, tepatnya di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. (roz)