SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
BLORA – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 menargetkan sumur migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bisa berproduksi 1500 – 2000 barel per hari (bph). Target itu untuk membantu pemerintah mencukupi kebutuhan minyak nasional.
“Itu target dari pemerintah,” kata Corporate Social Responsibility (SCR) Staf Pertamina EP Asset 3, Tiara kepada suarabanyuurip.com dikantornya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Selasa (2/4/2013).
Namun, sekarang ini, jumlah produksi minyak TBR baru 300 bph yang berasal dari satu sumur yaitu TBR-B. Sedangkan sumur TBR-A dan C masih ditutup sementara. Sebab sekarang ini ketiga sumur tersebut masih dalam tahap eksplorasi, belum produksi.
“Kita harapkan target itu nantinya bisa terpenuhi dari tiga sumur yang ada sekarang ini. Untuk itu kami juga berharap semua pihak membantu dan mendukung kelancaran proyek negara ini,” tegas Tiara.
Rencananya Pertamina EP akan melakukan perawatan sumur TBR-C untuk menambah produksi minyak Blok Gundih. Tapi saat ini Pertamina EP masih fokus untuk mengatasi persoalan pembekuan minyak TBR-B.
“Kita masih mencari solusi untuk memecahkan masalah itu. Sebab tiga cara yang sudah kita lakukan belum berhasil,” ungkap dia.
Seperti diketahui, 300 bph minyak TBR-B itu dikirim Pertamina EP ke Cepu dan Central Processing Area (CPA) Mudi milik Joint Operating Body Pertamina – PetroChina (JOBP-PEJ) di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, dengan menggunakan truk tanki.
Dengan produksi minyak sekarang ini, pengiriman menggunakan truk tanki dinilai Pertamina EP jauh lebih efisien ketimbang membangun jaringan pipa ke wilayah Cepu maupun Tuban. Namun tidak menutup kemungkinan akan dibangun jaringan pipa ketika produksi minyak TBR sudah maksimal. (roz) Â Â Â