Petani Lamongan Apatis Sensus Pertanian

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Program Sensus Pertanian (ST 2013) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur disambut apatis para petani. Kebanyakan mereka beranggapan sensus yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) itu tidak ada gunanya dan hanya menghambur-hamburkan uang negara.

“Pakai disensus segala. Di data petok desa kan sudah ada. Sawah saya juga sudah lengkap semua suratnya,” kata Tamin petani diwilayah Kecamatan Sugio menanggapi ST 2013.

Selain dianggap tidak ada manfaatnya, dengan adanya sensus tersebut justru mengganggu aktifitas petani disawah.

“Masak lagi macul disawah dipanggil pulang untuk disensus ?,” ujar Umar petani lainnya. Menurut Umar, dana untuk program sensus lebih baik dimanfaatkan untuk membangun jalan desa yang masih rusak parah.

Penolakan ST 2013 juga disampaikan para perangkat desa. Sebab selama sensus berlangsung perangkat desa selalu diminta untuk mendampingi petugas melakukan pendata di lapangan namun tidak memperoleh imbalan.

“Pekerjaan mensensus itu melelahkan tapi tidak ada apa-apanya (uangnya),” ungkap seorang perangkat desa di Kecamatan Babat yang meminta namanya tidak ditulis. 

Baca Juga :   Ingin Edukasi Masyarakat Hingga Lestarikan Hewan

Untuk diketahui, di Lamongan, tahun ini akan dimulai pelaksanaan Sensus Pertanian 2013 (ST2013). Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan sudah menyiapkan 1.556 petugas sensus yang tergabung dalam 389 tim.

Sensus tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi yang benar sehingga mendukung perencanaan pembangunan bidang pertanian yang tepat sasaran. Rencananya ST2013 ini akan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2013 mendatang.

“Sensus ini akan mendata seluruh usaha pertanian  disubsektor pangan holtikutura, perkebunan, peternakan, juga perikanan. Baik pada rumah tangga, perusahaan, pesantren atau seminari, lembaga permasyarakatan bahkan juga pada barak militer dan kelompok usaha bersama,” sambung Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan, Lutfin Fana. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *