SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan –  Labelisasi batik atau batik mark merupakan ciri batik Indonesia. Karena itu batik mark sangat diperlukan untuk memberikan kepastian hukum bagi produsen dan konsumen batik Indonesia.
Demikian dikatakan, Umar Setiaji, salah satu tokoh Nasional Batik Indonesia dalam seminar batik di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (4/3/2013). Â Umar datang bersama dua tokoh batik lainnya yakni Gamal Bya dan Cipto M untuk mengangkat citra batik Lamongan.
Umar menerangkan, ada tiga jenis batikmark, yaitu warna benang emas untuk batik tulis, benang perak untuk batik cap dan putih untuk batik kombinasi.
“Ini menunjukkan identitas dan ciri batik buatan Indonesia,†kata Umar dihadapan 100 peserta seminar yang terdiri dari pengrajin dan pengusaha batik, kepala sekolah dan guru seni se Kabupaten Lamongan.Â
Menurut dia, batikmark pada tiap produk batik akan lebih memudahkan konsumen mengenal jenis-jenis batik.  “Juga memberikan kepastian hukum bagi produsen dan konsumen produk batik Indonesia,†tegasnya.
Acara Seminar ini merupakan rangkaian acara lomba desain batik yang diadakan sebelumnya pada tanggal 2 Februari sampai dengan 30 Maret 2013. Ada 61 peserta dengan 99 karya batik yang ikut berpartisipasi dalam lomba design batin tahun ini. Lewat penjurian yang dilakukan tanggal 3 Maret lalu, dipilih 4 karya terbaik dan 7 karya favorit. Sedangkan karya terbaik dalam lomba desaign kali ini adalah desain Batik Melati karya Rohayatin. (tok)