SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Tingkat kesadaran masyarakat desa sekitar mega proyek migas Blok Cepu terhadap pendidikan saat ini terjadi peningkatan. Hal itu dipicu keberadaan proyek migas, sehingga tidak sedikit warga yang butuh aspek formalitas untuk bisa bersaing di bursa kerja migas.
Demikian ungkap, Sekretaris Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Banyuurip, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Nur Chamid. “Dibanding dulu sekarang sudah ada perkembangan,” ungkapnya, Kamis (04/4/2013).
Dia ungkapkan, kalau dulu rata-rata warga sekitar masih berijazah setara tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekarang ke jenjang tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Untuk pendidikan formal di luar sekolah, tambah dia, diawal tahun 2013 ini berdasarkan data PKBM Banyuurip peminat pendidikan formalitas cenderung meningkat. Baik dari Paket A sampai Paket C. Untuk Paket A telah meluluskan sekitar seratus lebih, Paket B sebanyak 50 lulusan, dan Paket C sebanyak 70 lulusan.
“Sekarang masyarakat mulai menyadari antara tuntutan, dan kebutuhan,” katanya.Â
Ijazah yang telah diraih tersebut, selain digunakan untuk melamar pekerjaan ke proyek, juga untuk kepentingan syarat pendaftaran perangkat desa. Seperti Kepala Urusan (Kaur).
Meski demikian, lanjut dia, lembaganya tidak menerima pendaftaran yang hanya bersifat praktis. “Kalau kita tetap harus sesuai pendidikan sebagaimana mestinya, tidak bisa hanya dengan langsung terima ijazah saja,” ujarnya. (roz)