Bebaskan 44 Ha untuk Eksploitasi Gas Gundih

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

BLORA – Operator sumur minyak dan gas (migas) Blok Gundih, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 mengklaim telah membebaskan lahan seluas kurang lebih 44,6 hektar sebagai lokasi pengeboran sumur migas di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.  Pembebasan lahan itu untuk rencana memproduksi gas bagi kebutuhan gas dalam negeri.

Ada beberapa desa yang sudah menjadi sasaran pembebasan lahan Pertamina EP Asset 4. Yakni di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Desa Pulo, Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban dan Desa
Temulus, Sumberejo, Kecamatan Randublatung. Semuanya masuk Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Manager Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina EP, Agus Amperianto, mengatakan, kebutuhan lahan itu untuk melakukan eksploitasi gas di Blok Gundih sebesar 50 MMSCFD. Gas yang diproduksi itu nantinya untuk menunjang kebutuhan listrik dalam negeri khususnya guna pembangkit listrik tenaga gas PLTG Tambak Lorok, Jawa Tengah.

Agus menegaskan, pemenuhan kebutuhan gas untuk operasi PLTGU Tambak Lorok itu diperkirakan akan mampu menggantikan pemakaian bahan bakar minyak BBM (HSD) lebih dari 500 juta liter per tahun. “Itu sama dengan kita bisa menghemat biaya 2,9 Triliun rupiah per tahun,” kata Agus Amperianto.

Baca Juga :   Pemkab Menanti Penyiapan SDM di Kilang Tuban

Dia berharap, apa yang dilakukan Pertamina EP Asset 4 ini mendapat dukungan semua pihak dan bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama. “Ini proyek negara yang perlu mendapat dukungan semua pihak,” tegas Agus.

Perlu diketahui, Pertamina EP selain beroperasi di wilayah Jawa Tengah, juga melakukan pengeboran sumur minyak diwilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Yakni, sumur minyak Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *