SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro siaga merah, atau siaga III. Sehingga camat di Kabupaten Bojonegoro diminta untuk terus melaporkan kondisi di masing-masing wilayahnya.
“Ketinggian air sungai Bengawan Solo yang terpantau di papan duga Taman Sungai Bengawan Solo (TBS) menunjukkan peningkatan secara berkala setiap waktu,” ujar Sekretaris Kabupaten (Sekab) Bojonegoro, Suhadi Moeljono, Senin (08/4/2013).
Suhadi mengungkapkan, para camat harus aktif melaporkan kondisi yang terjadi di wilayahnya baik itu luasan wilayah yang tergenang, pemukiman penduduk, maupun areal tanaman padi, dan polowijo. Selain itu para camat harus melaporkan secara periodik kondisi pengungsi baik itu titik pengungsi dan jumlah pengungsi diwilayah masing-masing.
“Perkembangan lain yang harus dilaporkan adalah kesiapsiagaan yang dilakukan oleh wilayah masing-masing, serta kebutuhan logistik bagi para warga yang terdampak,” jelasnya.
Camat dalam hal ini, lanjut Suhadi, adalah selaku koordinator di masing-masing wilayah. Camat juga mengkoordinir jajarannya beserta perangkat desa untuk melakukan evakuasi, dan membantu warga masyarakat yang menjadi korban banjir, dan terlibat langsung di tengah masyarakat.
“Distribusi logistik untuk pemenuhan kebutuhan pangan bagi korban, dan pengungsi banjir. Untuk distribusi logistik banjir menunggu data, dan informasi dari camat yang melaporkan secara berkala setiap satu jam,” pungkasnya.
Data terakhir, debit air di papan duga Taman Sungai Bengawan Solo (TBS) pada pukul 12.00 WIB menunjukan titik 15.19 peilschall. Kondisi tersebut naik setinggi 3 centi meter (cm) jika dibanding sejam yang lalu. Sedangkan di wilayah Karang Nongko menunjukan titik 29.76 cm. (had)