Pengembala Tewas Diterjang Banjir Bandang

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Akibat banjir bandang yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, seorang pengembala ternak diketahui tewas karena terseret air bah bercampur lumpur, Senin (8/4/2013).

“Korban atas nama Dasiman, warga Desa Manjung, Kecamatan Montong, Tuban,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, kepada SuaraBanyuurip.com.

Dia tambahkan, korban adalah seorang pengembala yang kebetulan sedang berada di luar rumah. Saat banjir bandang, pria yang kesehariannya menggembalakan ternaknya ini terseret banjir bandang dari air sungai yang meluap.

“Korban sudah kita temukan, dengan bantuan warga setempat,” tambah Joko.

Menurut Joko, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan mengenai kerugian, dan kerusakan yang dialami warga. BPBD tengah meminta kepada kecamatan, untuk sesegera mungkin melaporkan temuan di lapangan. Agar warga yang butuh bantuan segera dapat bantuan.

“Karena banjir ini terjadi di sejumlah wilayah kecamatan. Kita menunggu bantuan data dari kecamatan, agar warga segera mendapat bantuan logistik,” tambah Joko.

Baca Juga :   12.500 Warga Bojonegoro Terima Sertifikat PTSL

Selain itu, BPBD hari ini juga akan melakukan rapat siaga dengan sejumlah instansi. Guna membicarakan antisipasi, dan penanganan banjir bandang.

Sebelumnya, sejumlah Desa dibeberapa Kecamatan yang ada di Tuban diterjang banjir bandang pada hari Minggu sore kemarin. Diantaranya, Desa Sugiharjo, Desa Sumurgung, Desa Kembangbilo, dan Desa Mondokan, kesemuanya berada di Kecamatan Kota. Sedang di Kecamatan Montong meliputi Desa Talun, Desa Manjung, dan beberapa desa lain disekitarnya.

Terakhir, banjir bandang juga melanda di Kecamatan Merakurak. Tepatnya berada di Desa Kapu, Desa Sendanghaji, Desa Gemulung, Desa Tasikharjo, dan Desa Bogorejo. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *