SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Datangnya banjir luberan air dari Sungai Bengawan Solo mulai diantisipasi Satuan Sabhara Polres Bojonegoro. Mereka mendirikan tenda untuk menampung pengungsi di tepian tanggul sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut, Senin (8/04/2013).
Langlah ini ditempuh setelah menerima informasi jika tren ketinggian air di sungai itu meniak. Bahkan, diperkirakan  nanti malam air bengawan akan lebih tinggi lagi kartena daerah hulu di wilayah Madiun, Ngawi, dan Solo saat ini terjadi hujan deras.
Pantauan di lokasi menyebutkan, tenda berukuran 12 x 6 meter itu dibangun di pinggir
tanggul Bengawan Solo di sekitar Jalan MH Thamrin, Bojonegoro yang nantinya akan menampung sekitar 150 pengungsi. Terutama, untuk warga yang lokasinya tak jauh dari lokasi pendirian tenda.
“Tenda ini nanti akan menampung pengungsi yang wilayahnya terdekat,”
kata Kabag Umum Sabhara Polres Bojonegoro, IPDA Isnaini.
Isnaini menjelaskan, Â tenda tersebut dipersiapkan untuk warga yang terdampak banjir Bengawan Solo. Seperti warga Kelurahan Klangon, Trucuk, Dander, dan Kelurahan Tulung.
“Kami yakin warga yang terkena banjir mengalami kesusahan, oleh karena itu kita dari Sabhara turut serta untuk membantu meringankan korban yang terkena bencana banjir,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga siang ini ketinggian air Bengawan Solo terus mengalami kenaikan mencapai siaga III (trend air terus naik). Di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) pada titik 15.19 peilschal naik 3 cm dari pukul 11.30 WIB tadi.(had)