SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur juga menyebabkan lahan untuk penanaman pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu terendam. PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT), kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Cosntruction (EPC) 2 Banyuurip, terpaksa menghentikan sementara aktifitasnya, Selasa (9/3/2013).
Jalur pipa yang terendam air luapan Sungai Bengawan Solo itu diantaranya berada di Desa Ngumpakdalem dan Sumbertlaseh, Kecamatan Dander. Dengan tinggi air  30 Cm.
“Otomatis pengerjaan pipanisasi kita hentikan,” jelas Humas PT IKPT, Sunarto kepada www.suarabanyuurip.com, Selasa (9/4/2013).
Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan pengelasan pipa-pipa itu untuk kemudian ditanam. Ada 10 pipa dengan panjang 12 meter yang sudah disiapkan di lahan Desa Sumbertlaseh dan Ngumpak Dalem. Akan tetapi,karena lahan tergenang air,maka penggalian untuk sementara dihentikan sampai air surut dan kondisi tanah kembali baik.
“Jelas dengan adanya banjir ini pengerjaan pipanisasi menjadi terhambat dan mengakibatkan kerugian,”ujar Sunarto tanpa mau menyebut nominal kerugian tersebut.
Selain jalur pipa di Bojonegoro, banjir juga merendam lahan pipa di Kabupaten Tuban. Total lahan jalur pipa darat 20 inci sepanjang 72 kilo meter (KM) dari Lapangan Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga bibir Pantai Palang, Kabupaten Tuban, yang terendam air hampir 70 persen.
” Kalau kendalanya dari alam mau bagaimana lagi. Kita tidak bisa apa-apa selain menunggu kondisinya kembali membaik,” tukasnya singkat.(rien)