Petani Kanor Terancam Gagal Panen

pertanian kanor

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terancam gagal panen. Lahan pertanian mereka yang siap panen terendam air luapan Sungai Bengawan Solo sejak Senin (8/4/2013) kemarin.

Data yang diperoleh SuaraBanyuurip.com dari kantor Kecamatan Kanor, Selasa (09/4/2013) siang tadi, menyebutkan, jumlah lahan pertanian yang terendam air seluas 309 hektare (ha). Tanaman padi itu tersebar di wilayah kecamatan Kanor. Kerusakan terparah terjadi di wilayah barat dan selatan.

“Karena wilayah kanor yang paling rawan banjir dibagian barat dan selatan,” kata Camat Kanor, Darmawan.

Dari jumlah itu, lahan pertanian di Desa Piyak yang terendam seluas 42 ha, Desa Simbatan 75 ha, Desa Kabalan 70 ha, Desa Canga’an 80 ha, Desa Kanor 10 ha, Desa Semambung 2 ha, Desa Sarangan 30 ha dan Desa Sarangan 30 hektare.

“Ini baru hari ini, padahal air masih terus naik,” tambah Darmawan.

Dia memprediksi jumlah tanaman yang terendam akan terus bertambah. Sebab, hingga siang ini debit air bengawan Solo terus mengalami kenaikan. Akibat terendam air, lanjut Dharmwawan, padi yang rata- sudah mulai menguning tersebut terancam gagal panen. Pasalnya air yang merendam tersebut diperkirakan surut dalam jangka waktu lama.

Baca Juga :   Bulog Mulai Tekan Harga Daging

Darmawan menaksir kerugian para petani mencapai Rp.1.206.000.000 dari total keseluruhan.

“Saya harap petani yang mengalami gagal panen mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten,” pungkas mantan Camat Kasiman ini.(had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *