SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Empat desa di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur terisolir, Selasa (10/4/2013). Di empat desa itu sudah tak terlihat adanya aktifitas warga yang keluar masuk perkampungan akibat tingginya air luapan Sungai Bengawan Solo yang mencapai hampir setengah meter lebih.
Empat desa yang terisolir itu adalah Desa Karangtinoto, Desa Kanorejo, Desa Ngadirejo dan Desa Tambakrejo. Semua rumah dan jalan poros terendam banjir. Rata-rata ketinggian air mencapai sekira 50 centi meter (cm) lebih.
“Dua jalan poros ini yang menjadi jalur lintasan empat desa ini, saat ini sudah tidak bisa diterobos lagi,” terang Lukman (31), salah satu warga dilokasi banjir.
Saat ini, hanya beberapa warga laki-laki saja yang berani menerobos banjir dengan berjalan kaki melewati jalan desa yang terendam. Sementara beberapa perempuan, maupun warga yang tidak bisa berenang terpaksa menggunakan perahu sebagai alat transportasi.
“Kalau mau keluar masuk harus pakai perahu, kalau tidak ya gak bisa,” terang Supik (39), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban.
Saat ini, air bahkan terus merangsak dan mulai memasuki pekarangan rumah milik sebagian warga yang ada di Desa Sumberejo dan Desa Rengel. Padahal kedua desa ini diketahui adalah desa dengan dataran tinggi, dan jarang terkena imbas banjir dari Bengawan Solo.
Sebelumnya, kondisi banjir terus meluas dan melanda sejumlah Kecamatan di Tuban. Diantaranya Kecamatan Rengel, Kecamatan Soko, Kecamatan Plumpang, Kecamatan Parengan. Informasi terakhir, banjir mulai masuk juga di Kecamatan Widang. Padahal sebelumnya luberan air bengawan solo belum sampai ketempat ini. (edp)