SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Kasinem, Warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Nenek berusia 79 tahun itu ditemukan tewas tersangkut pohon mangga di depan rumahnya, Rabu (10/4/2013) sekira pukul 05.00 WIB.
Informasi yang diperoleh, jasad Mbah Nem pertama kali diketahui oleh Yamad (58). Warga sempat melihat korban keluar rumah usai sholat subuh. Namun hingga pagi korban belum juga kembali. Kemudian keluarga korban minta tolong kepada warga sekitar untuk mencari. Setelah dilakukan pencarian Mbah Nem ditemukan meninggal tersangkut dipohon.
Diduga korban terpleset ditengah genangan air luapan Sungai Bengawan Solo disekitar rumahnya. Sebab rumah korban sekarang ini masih tergenang air setinggi 45 centi meter (cm). Mbah Nem selama ini tinggal sendiri dirumah. Sebelum meninggal korban sudah disuruh keluarganya untuk mengungsi, namun tidak mau.
“Korban punya penyakit tua, atau sudah pikun,” lanjut Yamad (58) tetangga korban.
Petugas kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Bojonegoro yang mendapat informasi langsung kelokasi kejadian untuk melakukan identifikasi jenazah korban. Hasilnya petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan dan selanjutnya jasad korban langsung dimakamkan.
“Kemungkinan korban terpeleset,” tegas Kapolsekta Bojonegoro, Kompol. Suroto.
Kematian Mbah Nem ini menambah daftar korban banjir Bengawan Solo. Sebelumnya Kami (70), warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, tewas hanyut di Bengawan Solo saat menggembala kambing dan mencari kayu bakar, Sabtu (6/4/2013). Mayat korban sampai saat ini belum ditemukan.
Korban lainnya adalah Firmansyah (15), pelajar SMP di Balen juga ditemukan tewas di Desa Pilang Gede, Kecamatan Balen, Senin (9/4/2013). Korban tewas terseret arus sungai saat bermain air. Jenazah Firmansyah sudah berhasil ditemukan selang satu jam dari kejadian. (had)