SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor rekayasa, konstruksi, dan pengadaan (engineering, procurement and Construction/EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu masih menunggu perkembangan untuk melanjutkan pekerjaan pipanisasi di jalur pipa yang terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo.
Humas PT.IKPT, Sunarto, mengakui, jika proyek pipaninasinya terendam oleh banjir. Sehingga untuk sementara ini belum bisa memastikan perkembangan pengerjaan pipa sepanjang 72 km tersebut.
“Memang dibeberapa desa ada yang terendam banjir, namun sebagian masih dibawah pipa, seperti yang didesa Sumbertlaseh, Dander,” kata Sunarto kepada suarabanyuurip.com, Rabu (10/4/2013).
Oleh karenanya, hingga saat ini dia mengaku hanya bisa memantau situasi perkembangan kondisi banjir yang melanda beberapa hari ini.Â
“Ya bagaimana lagi, kita tidak tahu kondisinya seperti apa,bisa jadi tambah banjir atau bahkan turun, namun kita menunggu perkembangannya saja,” ucapnya.Â
Sebagaimana diketahui, pipanisasi darat 20 inci sepanjang 72 kilo meter (Km) yang berfungsi mendistribusikan minyak mentah Banyuurip dari Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga bibir Pantai di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur disebagian tempat sempat dihentikan.Â
Sementara itu, informasi yang diterima suarabanyuurip.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Karangnongko di titik 26.05 turun 5 centi meter (cm). Sedangkan di Taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Bojonegoro 15,36 dibawah permukaan laut (dpl). (roz)