SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Banjir yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur belum ada tanda-tanda surut. Bahkan banjir diperkirakan akan semakin meluas karena sejak siang hingga menjelang magrib, hujan lebat mengguyur wilayah Lamongan, Jum’at (13/4/2013).
Ada tiga desa di kecamatan Babat yang masih terendam banjir. Yakni di desa Truni sebanyak 250 rumah warga masih terendam banjir. Ketinggian air bervariasi. Untuk rumah didataran tinggi, ketinggian air mencapai pinggul orang dewasa sedang rumah didataran rendah mencapai sebatas leher orang dewasa.
Warga yang rumahnya terendam memilih untuk mengungsi kerumah tetangga atau kerabat yang rumahnya berada didataran tinggi. Sementara ternak sapi dan kambing milik warga juga telah diungsikan ketempat yang lebih tinggi sejak Selasa (9/4/2013) lalu. Begitu pula dengan barang berharga seperti sepeda motor.
“Ternak sapi sangat berharga bagi kami mas. Biar rumah tenggelam asal sapi kami selamat,†kata Wachid , warga Desa Truni.
Meski dalam kondisi banjir, Wachid mengaku, setiap hari masih menyempatkan mencarikan pakan untuk sapinya walau dengan jarak cukup jauh. Yakni hingga kebeberapa Desa di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Banjir ketiga kali di Desa Truni ini juga telah menenggelamkan sekira 105 hektar lahan pertanian. Rata-rata tanaman padi yang terendam berusia satu bulan. Para petani diwilayah ini pun mengaku bingung untuk kembali menanami lahannya kembali ketika banjir surut nanti karena uang yang digunakan menggarap sawah adalah modal hutangan.
“Nggak tahu mas, nanti biaya tanamnya lagi cari kemana. Entah menjual sapi atau mencari hutangan lagi,†ungkap Wachid yang mengaku lahannya seluas 1,5 hektar terendam banjir.
Selain Desa Truni, banjir juga merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Babat dan kelurahan Banaran. Di Kelurahan Babat, dari data Posko Bencana Banjir, sedikitnya 195 rumah tergenang banjir. Â Air banjir setinggi lutut orang dewasa.
Rumah warga tergenang banjir ini berada dibantaran sungai bengawan solo. Sedang dikelurahan Banaran, sekitar 87 rumah warga juga terendam banjir.
Lurah Babat, Wachid, mengungkapkan, untuk luapan air bengawan solo kondisinya sudah surut. Luapan air ini berasal dari daerah Bojonegoro.
“Mudah-mudahan cepat segera surut,†kata Wachid saat dihubungi lewat telepon.
Dia menuturkan, walau sejak siang diguyur hujan deras, banjir dipastikan tidak akan menggenangi wilayah dalam kota Babat seperti Jalan Gotongroyong, Kartini, Sawo dan jalan Pemuda.
“Selama Sungai Semando dan kali konang tidak meluap wilayah dalam kota aman,†tegas Wachid.
Sementara itu, banjir juga merendam 398 rumah di Kecamatan Laren. Ada sembilan desa yang terendam banjir yakni Desa Duri Kulon, Keduyung, Pesanggrahan, Bulutigo, Mojoasem, Plangwot, Laren, Siser, dan keduyung.
Data dari posko Bencana banjir Kecamatan Laren, desa yang paling parah terdampak banjir berada di Desa Plangwot dengan jumlah terendam air sebanyak 194 kepala keluarga (KK) dengan ketinggian air rata-rata mencapai 30 cm- 40 cm. (tok)