SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu kerap memakan korban jiwa. Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum genap sebulan empat orang tewas dihantam kerata di perlintasan kerata api tak berpalang pintu.
Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Oscar Syamsudin, mengatakan, sejak Maret hingga April 2013 ini tercatat ada empat orang tewas di perlintasan kerata api tanpa palang pintu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PT KAI, namun belum ada respon positif,†tegas Oscar kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (13/4/2013).
Sementara itu, Kepala Daop IV Semarang, Totok Sudarto, menegaskan, bahwa perlintasan kereta tanpa palang pintu baik Legal maupun liar bukan tanggung jawab PT Kerta Api Indonesia (KAI). Melainkan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten.
“Itu wewenang masing-masing daerah,” tandas dia.
Seementara Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Edi Susanto, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut belum memberikan jawaban. Pesan pendek yang dikirim suarabanyuurip.com tidak dibalas.
Dari pantauan di lapangan, ada sejumlah perlintasan rel kerata api yang belum berpalang pintu mulai wilayah Kecamatan Baurno hingga Padangan. Namun sejauh ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro belum melengkapi dengan palang pintu maupun petugas penjaga. Padahal sudah banyak nyawa yang melayang akibat masalah ini. Tapi justru para pihak terkait terkesan saling lempar tanggungjawab. (rin)