SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Terbaring sakit, Wibowo, siswa sekaligus peserta Ujian Nasional (Unas) asal SMA Negeri 1 Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur harus ujian di rumah sakit, Senin (15/4/2013) .
Pelajar asal Desa Gaji, Kerek ini harus mengerjakan soal di Ruang Bugenvile, salah satu ruang perawatan yang ada di RSUD Dr R Koesma Tuban. Dengan bantuan dari pengawas ujian, Wibowo mengerjakan dengan cara menunjuk satu persatu soal yang langsung ditandai pengawas ujian di tempat tersebut.
“Badannya masih lemah, Mas, harus dibantu,†terang Abi Sudigdo, salah satu pengawas ujian Wibowo.
Meski dalam keadaan sakit, Wibowo tidak mendapat perlakukan khusus dalam pengerjaan soal. Karena saat mengerjakan dia hanya diberi waktu selama 90 menit seperti layaknya siswa sehat. Serta harus diawasi tiga pengawas, yaitu dua pengawas dari guru dan satu pengawas dari petugas kepolisian.
Sementara itu orangtuanya, Darmani (45), mengungkapkan, kekhawatirannya tentang kondisi anaknya. Selain karena faktor penyakit usus buntu yang membuat anaknya harus mengerjakan soal dengan menahan sakit. Juga karena tidak adanya persiapan khusus dari anaknya menjelang ujian kemarin.
“Anak saya sakit sebelum pelaksanaan ujian kemarin, jadi selain sakit juga tidak bisa mempersiapkan ujian dengan baik,†kata Darmani saat berada di rumah sakit.
Dia terangkan, anaknya sempat menghendaki kalau operasi usus buntu dilakukan setelah pelaksanaan ujian. Tapi, karena sebelum ujian anaknya sudah tidak bisa lagi menahan sakit, orangtuanya terpaksa memaksa anaknya untuk mau dirawat dan dioperasi pada hari Kamis tanggal 11 April kemarin.
“Takut saja mas anak saya tidak lulus,†katanya. (edp)