SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Kelangkaan solar masih berlangsung di Lamongan. Beberapa SPBU sering kehabisan stok karena pasokan solar habis.
Pantauan di lapangan, SPBU di sepanjang Jalan Raya Babat hingga Lamongan sejak dua minggu terakhir tidak bisa stabil melayani pembelian solar. Menjelang siang hari, pembeli solar yang datang yang kembali dengan kecewa karena tidak mendapatkan solar. Di depan pintu masuk SPBU tertulis, Maaf Solar Habis!
Menurut seorang penjaga SPBU di Jalan Raya Plaosan, Babat, kelangkaan solar tersebut dikarenakan jatah dari pertamina dikurangi hingga 30 persen. “Jatah dari pertamina berkurang sehingga stok solar terbatas,“ kata petugas tersebut, Senin (15/4/2013).
Dampak dari langkanya solar tersebut dirasakan langsung oleh Topa, pemilik penggilingan padi di Desa Geger, Kecamatan Turi. Untuk produksi selebnya setiap harinya dia rata-rata membeli 20 liter solar. Namun sejak dua minggu ini dia jarang mendapatkan solar.
“Padahal sekarang seleb penggilingan padi (huler) sedang laris-larisnya. Musim panen mas, “ terang Topa. Karena langkanya solar, Tofa pengaku hanya pasrah. Menurutnya, selebnya baru beroperasi kalau dapat solar.
Hal senada dilontarkan Warnoto pemilik seleb di desa Datinawong, Kecamatan Babat. Karena kelangkaan solar, selebnya tidak bisa beroperasi setiap hari. “Yang kasihan para petani, Mas. Sudah berat-berat mengangkat padinya, harus pulang lagi karena seleb tutup akibat tidak ada solar,“ ujar pria berkulit hitam ini. (tok)