SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Hujan yang setiap hari masih turun di Lamongan, Jawa Timur menjadikan wilayah Kecamatan Sekaran, Maduran, dan Kecamatan Pucuk terancam banjir. Bencana ini akibat rawa di wilayah setempat tidak mampu lagi menampung hujan.
Jebolnya tanggul rawa terjadi, Senin (15/4/2013), di Desa Plososetro, Kecamatan Pucuk menyebabkan, sedikitnya 20 hektar sawah terendam banjir. Padahal sawah tersebut baru saja ditanami padi berusia 2 minggu.
Diterangkan Supartono Pegawai Dinas Pengairan Kecamatan Pucuk, tanggul jebol sepanjang 6 meter dengan lebar 2,5 meter dan kedalaman 2 meter.
“Semalam saya dan warga Plososetro kerja bakti nambal tanggul mas. “ kata Partono.
Untuk menambal tanggul hanya digunakan sak yang diisi tanah dan pasir.Â
Sartono tidak yakin tanggul darurat tersebut akan bisa menghentikan luapan air. Jika hari ini hujan turun lagi, dia mengkhawatirkan banjir lebih besar akan terjadi.
Sementara rawa di Sekaran, ketinggian air sudah mendekati tanggul. Tanggul itu sendiri merupakan pembatas dengan jalan raya antarkecamatan yang menghubungkan kecamatan Pucuk-Sekaran- Laren-Paciran. Jika hujan masih turun diprediksi air rawa akan menerjang tanggul dan menyebabkan banjir.
“Yang dikuatirkan jika hujan turun terus wilayah sekaran akan kebanjiran, “ kata Kasi Satpol PP Sekaran, Moch Yasin, Selasa (16/4/2013).
Hujan deras mengguyur Kecamatan Sekaran dari sore hingga malam ini. Anggota satpol PP Lamongan terus bersiaga mengantisipasi luapan banjir.
Di Kecamatan Babat 4 desa yang terendam banjir akibat jebolnya tanggul sungai Ploro sejak kemarin telah surut. Pemerintah Desa Sumurgenuk bersama warga telah melakukan kerja bakti memperbaiki tanggul. Namun melihat derasnya hujan yang turun dari sore hingga malam ini dikuatirkan banjir akan kembali terjadi.
“Sudah surut sejak kemarin mas. Tapi sekarang hujan deras. Ndak tahu banjir lagi atau tidak nanti, “ kata Kades Sumurgenuk, Supaad dikonfirmasi melalui ponselnya. (tok)