SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) membantah pernyataan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro, Iskandar, yang menyebut tak memberi laporan perkembangan pelatihan sertifikasi terhadap pemuda desa Ring 1 yang dilakukannya kepada Pemkab.
Menurut Public and Government Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, pihaknya telah memberikan laporan perkembangan program pelatihan bersertifikasi tersebut. Bahkan, semua datanya telah diserahkan ke Disnakertransos Bojonegoro.
“Mungkin Pak Iskandar masih di Jakarta, jadi belum tahu data itu,†kata Rexy Mawardijaya, saat dikonfrontir terhadap pernyataan Iskandar tersebut.
Sedangkan informasi yang diterima Disnakertransos Bojonegoro menyebut, dari 75 pemuda yang terpilih menjadi peserta pelatihan, dan sertifikasi yang diberikan oleh MCL ternyata hanya 15 orang yang dinyatakan lulus dan mengantongi sertifikat. Yang lulus maupun yang tidak dalam pelatihan bersertifikat tersebut nasibnya juga tak jelas.
Untuk itu pula, Iskandar, mengagendakan akan memanggil MCL untuk dimintai klarifikasi. Apalagi saat seleksi peserta melibatkan Disnakertransos. (rien)