Petani Lamongan Bajak Sawah dengan Ternak

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Meski sebagian wilayah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur gagal panen akibat diterjang banjir luapan Sungai Bengawan Solo, namun sejumlah petani mulai membajak sawah untuk mengawali musim tanam padi. Sebagian besar mereka memilih membajak sawahnya dengan menggunakan ternak daripada traktor karena langkanya solar.   

Para petani di Lamongan yang mulai melakukan tanam padi kedua diantaranya berada diwilayah Kecamatan Karanggeneng, Kalitengah, Karangbinangun, dan Turi. Wilayah ini merupakan daerah yang tidak dilanda banjir.

Dari pantauan, para petani mulai sibuk terjun kesawah sejak seminggu lalu. Mereka memanfaatkan tingginya curah hujan yang turun beberapa hari ini untuk mengolah lahannya. Namun sebagian banyak petani yang membajak sawahnya memilih menggunakan ternak sapi maupun dicangkul. Cara itu dipilih petani karena saat ini solar untuk bahan bakar traktor langka.

“Dirumah ada traktor, tapi ngganggur mas karena sulit mendapatkan solar. Terpaksa ya nyangkul dan menggunakan ternak, “ kata Ali, salah satu petani di Desa Kawistolegi, Kecamatan Karanggeneng, Kamis (18/4/2013).

Baca Juga :   Rumah Makan di Bojonegoro Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta

Sedang petani yang membajak sawah dengan traktor rata-rata mengaku bisa mendapatkan solar setelah antri pagi-pagi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Ini saja belinya di SPBU Lamongan mas. Karena SPBU di Turi pada kosong,’ sambung Sunardi, petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *