Peran orang pintar, paranormal, atau dukun masih lekat dalam perhelatan Pilkades. Rasa percaya diri kandidat kepala desa kian besar setelah melalui ritual perdukunan.
ENTAH ini sebentuk keyakinan atau sekadar kebiasaan yang berlangsung jauh pada masa sebelumnya. Yang pasti perebutan kekuasaan, diyakini oleh sebagian orang, selalu diikuti campur tangan alam. Pula dalam perhelatan demokrasi tingkat desa, Pilkades.
Pilkades di Lamongan, Jawa Timur serentak pun menjadi agenda tersendiri warga di sana. Komunitas warga pedesaan di Lamongan meyakini  sebelum seseorang terpilih sebagai pemimpin di desanya, ada simbul-simbul yang dikirim alam kepadanya. Warga menyebut, Pulung.
Pulung, bisa disebut mustika dari kekuasaan Kades. Memang sarat aroma mistis, namun hingga kini Pulung masih menjadi bagian tak terpisahkan dari Pamor sang Kades. Karena Pulung pula seorang Kades bisa memangku jabatan, sekaligus memobilisir rakyatnya untuk kepentingan politis tertentu. Pulung hanya bisa diusung melalui ritual panjang, dalam ranah religi yang kental mitologis.
Oleh karena itu pula, para kandidat Kades saat ini beramai-ramai mendatangi paranormal, dukun, kiai, atau orang pintar yang dianggap mampu mengikat Pulung. Â Pilkades di Lamongan, Bojonegoro, dan daerah sekitarnya memang tak lepas dari fenomena itu.
Di samping bisa mengikat Pulung, setidaknya ada dua alasan kenapa calon Kades datang ke orang pintar. Pertama tentu mereka berharap mendapatkan jampi-jampi yang bisa menghadirkan rasa simpati, welas asih yang kemudian akan mereka dalam Pilkades. Kemudian akan memilih mereka saat pencoblosan kepala desa. Kedua, paranormal bisa memberikan pagar, sikep diri agar tidak diserang lawan melalui cara magis.
Permintaan kedua ini bisa dikatakan wajar, mengingat dalam perebutan jabatan tertinggi di desa selalu diwarnai persaingan sengit. Apalagi bila calon lebih dari satu (calon tunggal), cara apapun bisa dilakukan untuk menjatuhkan rivalnya.
Walau terlihat sepele, ternyata untuk urusan paranormal ini dibutuhkan dana yang sangat besar. Bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Dari beberapa calon Kades yang ditemui SuaraBanyuurip.com rata-rata membenarkan,  besarnya dana untuk berburu orang  pintar.
“Biasanya kita mendatangi minimal lima paranormal,“ ujar seorang calon kades dari Kecamatan Mantup yang keberatan disebut jatidirinya. Paranormal yang didatangi tersebut berasal dari rekomendasi keluarga, atau pendukung calon kades.
Rata-rata untuk setiap paranormal memberikan syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi. Padahal syarat yang diberikan tersebut harganya bisa jutaan rupiah.
“Biasanya harus menebus minyak. Harganya mencapai ratusan ribu per mililiter. Padahal yang dibutuhkan bisa puluhan milimiter. Coba saja hitung sendiri berapa biaya yang harus dikeluarkan,“ ujar orang tersebut.
Hal senada dilontarkan seorang calon kades di wilayah Kecamatan Kalitengah. Selain minyak, syarat lain yang harus dipenuhi yaitu kambing atau sapi. “Bisa juga ayam hitam mulus, dan binatang langka lainnya. Harganya jutaan rupiah,“ ujarnya lagi.
Semua ubo rampe (piranti ritual) mahal tersebut belum termasuk jasa paranormal. Nilainya juga sangat besar. Biasanya para calon kades menyakini, semakin besar fulus yang diberikan kepada paranormal, maka tuah dan restunya semakin besar pula. Sehingga, peluang memenangkan Pilkades juga sangat besar.
Biasanya jika calon tersebut memenangkan Pilkades, mereka harus kembali mendatangi paranormal untuk kembali memberikan bingkisan. Sebagai ucapan terima kasih.
“Kalau botoh (pendukungnya) semakin banyak, semakin banyak pula tawaran paranormal. Biasanya calon kades merasa sungkan kalau menolak ajakan botohnya datang ke paranormal. Padahal yang didatangi bisa belasan paranormal,“ kata Kades Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Supaad.
Dia akan mencalonkan diri lagi untuk periode kedua. Berbeda dengan periode sebelumnya pilkades yang akan digelar tanggal 5 Mei mendatang di desanya, Supaad tampil calon tunggal. Ini yang membuatnya pede (percaya diri) untuk tidak harus menggunakan jasa paranormal.
“Dilakoni dewe ae (dilakukan sendiri saja), “ ujarnya sambil tersenyum.
Pengakuan senada dilontarkan Kades Babat Kumpul, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Sujarwo. Kandidat incumbent dalam Pilkades ini mengaku, hanya akan meminta pertolongan Allah.
“Paranormal juga meminta kepada Allah, lebih baik meminta sendiri pada Allah,“ ujar Sujarwo. (totok martono/bersambung)