SuaraBanyuurip.com – Eky NurhadiÂ
Bojonegoro – Dalam rangka turut mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejumlah pemuda dan pemudi mendirikan sebuah perkumpulan yang dinamai Sanggar Mliwis Putih Bojonegoro (SMPB). Wadah ini bertujuan menampung dan mengembangkan bakat generasi muda.
Sanggar yang berada di Jalan Dr. Sutomo itu diresmikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Suismoyo, Sabtu (20/4/2013). Peresmian dilangsungkan bersamaan launching SMPB di Alun-alun Bojonegoro.
“Melalui kegiatan yang sudah dirancang SMPB ini, semoga putra-putri di Bojonegoro turut serta mempromosikan apa yang dimiliki Bojonegoro,” kata Suismoyo usai melepas balon tanda diresmikannya SMPB.
Menurut dia, banyak potensi Bojonegoro yang perlu terus didorong agar dapat berkembang dan dikenal masyarakat luas. Diantaranya, batik Jonegoroan, wisata Kahyangan Api, pernak-pernik dan makanan khas Ledre.
“Kita harapkan dengan munculnya sanggar ini bisa mendongkrak dan mempromosikannya,” tegas mantan Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan ini.
Terpisah, Ketua SMPB Bojonegoro, Ega Hamada Pasha, mengaku lega Sanggarnya yang didirikannya akhirnya diakui warga Bojonegoro khususnya Bupati Suyoto dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Senang sekali setelah berjuang beberapa bulan untuk merintis dan mendirikan sanggar ini,” ucap Ega.
Dia mengungkapkan, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan SMPB kedepan. Diantaranya Modeling (Fashion Show), Fotografer serta Tari-tarian lokal Bojonegoro.
“Ini didirikan untuk mewadahi dan membina serta mengembangkan bakat dan hasil karya yang dimiliki putra-putri Bojonegoro,” tegas Ega.
Wanita berumur 19 tahun itu berharap, remaja di Bojonegoro mau merespons SMPB agar nantinya para pemuda dan pemudi dapat termotivasi dalam berkarya dan berprestasi dibidang seni.(had)