Calon Sibuk Melawang Tugas Kantor Ditinggalkan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Suhu politik tingkat desa menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai panas.  Para calon kepala desa (kades) mulai inten menggalang massa.  Selain mendatangi satu persatu rumah warga mereka juga telah membuka ‘warung’ dirumahnya.

Didesa yang akan mengikuti Pilkades gelombang pertama (5/5/2013) para calon kades kian gencar mencari dukungan dari warga. Cara klasik yang lazim dilakukan yaitu bertandang kerumah warga. Cara ini sangat menguras tenaga, waktu dan juga biaya karena para calon harus mendatangi satu per satu warga desa yang jumlahnya bisa mencapai ribuan Kepala Keluarga (KK).

Untuk mendatangi satu per satu warganya, para calon kades membutuhkan waktu seharian penuh dari pagi hingga malam hari. Mereka pun harus pintar-pintar memanagemen waktu agar semua warga bisa didatangi diantara mepetnya waktu pilkades.

“Jangan sampai ada warga yang terlewati mas, karena kalau kelewatan dikuatirkan sakit hati dan akan nggak nyoblos kita,“ kata Kades Karanggtinggil, Kecamatan Pucuk, Masdar.

Adatnya lagi, dalam acara kunjungan tersebut, para calon biasanya juga membawa buah tangan kesetiap rumah warga. Bisa berupa gula, beras dan rokok. Tentunya dengan bawaan tersebut diharapkan warga akan mencoblos mereka.

Didesa yang kandidatnya lebih dari satu orang, masing-masing calon bisa membawa beragam bingkisan saat berkunjung kerumah warga. Antar kandidat saling jor-joran memberikan bingkisan dengan tujuan agar saat pilkades mereka yang terpilih.

Selain beranjangsana kerumah-rumah warga, malam harinya para calon kades juga membuka warung. Istilah Membuka warung disini para calon kades harus menyambut tamu dari warga yang berdatangan kerumahnya. Jumlah warga yang datang bisa puluhan hingga ratusan orang. Selama warga bertamu para calon kades harus memberikan berbagai suguhan dari camilan, minuman hingga rokok.

“Biaya buka warung ini bisa mencapai puluhan juta rupiah. Apalagi jika ada banyak calon kades,“ sambung Kades Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, Ali.

Dengan cara yang dilakukan para calon kades ini biasanya dimanfaatkan masyarakat. Mereka dalam satu malam berkeliling mendatangi semua rumah calon kades untuk sekadar memperoleh jamuan.

“Ya mumpung ada pilkades mas. Bisa makan dan rokok sepuasnya,” timpal Bashori, salah seorang warga Desa Karangtinggil.

Sayangnya, karena sibuk ‘bergerilya’ bertamu kerumah-rumah warga, banyak calon kades yang justru mangkir dari tugas utamanya, mengantor dikantor desa. Diantaranya terlihat di Desa Datinawong dan Desa Gembong dikecamatan Gembong.

“Pak kades sibuk melawang (anjangsana kerumah warga) mas. Jadi jarang ngantor, “ kata perangkat Desa Datinawong dikantor desa kepada SuaraBanyuurip.com.

Saat didatangi kerumahnya, rumah Kades Datinawong, Mundhakir maupun Kades Gembong, Ulum, juga sepi. Informasi dari para tetangga, Mundhakir sejak pagi mlawang kerumah warga. Namun dihalaman rumah kedua kades tersebut terpasang terop untuk menyambut kedatangan warga pada malam hari.(tok)

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Kembangkan Drum Komposter, Solusi Kelola Sampah Rumah Tangga

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *