Solar Non Subsidi Kurang Diminati

spbu

SuaraBanyuurip.comEdy PUrnomo

Tuban – Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar non subsidi kurang diminati warga masyarakat. Hal ini terlihat dari kerelaan para sopir untuk menunggu berjam-jam demi mendapat solar yang menggunakan subsidi.  Padahal disampingnya tempat pelayanan solar non subsidi terlihat sepi, Rabu (24/4/2013).

“Kalau mau beli solar non subsidi harus mengeluarkan biaya banyak, Mas,” terang Effendi (30), sopir truck book dengan muatan krupuk dari Sidoarjo, saat berada di SPBU Beji, Kecamatan Jenu.

Diakuinya, untuk membeli solar non subsidi dia harus mengeluarkan uang tambahan dua kali lipat dari yang dibutuhkan. Dia mencontohkan, untuk operasional mengedarkan kerupuk dari perusahaannya cukup dengan uang Rp100 ribu untuk mendapat sekitar 22 liter solar.

Apabila dia memaksa untuk membeli solar non subsidi, dia bisa mengeluarkan uang dengan jumlah sekitar Rp200 ribu agar bisa menjalankan kendaraannya. Karena harga solar bersubsidi saat ini bisa didapat dengan 4.500 per liter, sedang solar non subsidi harganya capai 10.300 per liternya.

Baca Juga :   BPS Akan Data Pertambangan di Bojonegoro

“Kita kerja dengan penghasilan dan pemasukan yang sama, lebih baik antri seperti ini,” terang bapak satu anak ini.

Kondisi serupa diakui Rasiyono, salah satu sopir lain. Disebutkan, dia mendapat uang untuk biaya pembelian BBM dengan jumlah yang pas dari perusahaan. Maksudnya, uang yang dia bawa hanya cukup untuk membeli solar bersubsidi. Kalau mau membeli solar non subsidi, praktis dia harus mengeluarkan uang dari koceknya sendiri.

“Beli solar untuk kendaraan udah ada jatah dari perusahaan, dan itu hanya cukup untuk solar bersubsidi saja,” tegas sopir pengangkut cat ini.

Terpisah, pengelola SPBU penyedia solar non subsidi di jalur Pantura, Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban, Sucipto, membenarkan sepinya peminat BBM non subsidi. Dijelaskan, dalam satu hari solar non subsidi hanya laku terjual sekitar 200 hingga 250 liter saja. Sedang untuk solar bersubsidi, dalam sehari bisa menghabiskan 8 hingga 16 ton liter dalam satu hari.

“Solar bersubsidi, saat ini sehari bisa habis 8 hingga 16 ton liter dalam satu hari,”kata Sucipto.

Baca Juga :   Nelayan Tuban Komitmen Jaga Keselamatan Sekitar Objek Vital Nasional FSO Gagak Rimang

Pengguna solar non subsidi, kata Sucipto hanya para pengendara Dinas saja. Seperti dari Pemkab Tuban, TNI, dan Polri saja. Sedang untuk solar subsidi, saat ini berapapun stok yang diberikan rata-rata akan habis diserbu dengan waktu yang singkat. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *