SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur diperkiran menelan kerugian Rp1,7 milyar. Kerugian itu hanya dari lahan pertanian yang terendam banjir.
Sesuai pendataan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, tanaman padi yang terendam banjir seluas 384 hektar.
“Paling banyak di Kecamatan Babat dan Maduran,†kata Kepala BPBD Lamongan Purbianto melalui Kabag Humas dan Infokom Lamongan, Moch.Zamroni.
Sementara untuk sawah yang tidak ada tanaman padi karena habis dipanen, tidak dihitung kerugiannya. Begitu pula dengan bangunan rumah, sekolah dan bangunan lainnya tidak masuk dalam hitungan karena tidak roboh.
“Penghitungan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,†papar Zamroni.
Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo beberapa waktu lalu merendam sedikitnya 4 kecamatan di Lamongan yaitu Kecamatan Babat, Laren, Maduran dan Karangbinangun. Banjir terparah melanda Kecamatan Babat dan Laren.
Di Babat, selain banjir akibat luapan sungai bengawan solo, juga disebabkan jebolnya tanggul Sungai Ploro yang merendam ratusan hektar sawah di Desa Sumurgenuk, Datinawong, Patihan dan Moropelang.
Akibat banjir tersebut jumlah rumah warga yang kebanjiran di empat kecamatan mencapai 1.361 kepala keluarga (KK). Sedangkan bangunan beberapa sekolah, tempat ibadah dan infrastruktur lainnya tidak dihitung. (tok)