SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro– Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) untuk lebih memperhatikan warga pemilik lahan yang sudah kehilangan lahan yang menjadi gantungan hidup mereka untuk kepentingan pemboran migas Banyuurip. Salah satunya adalah memberikan program pemberdayaan masyarakat sebagai ganti lahan warga yang beralih fungsi.
“Semisal program perikanan atau lainnya agar warga ada aktifitas untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sebagai ganti sawahnya yang hilang,” kata Kepala desa (Kades) Mojodelik, Sandoyo.Â
Program yang diberikan juga harus dilakukan dengan pendampingan hingga warga benar-benar menguasai program yang diberikan.
“Saya yakin dengan program yang dilaksanakan secara maksimal warga yang biasanya bekerja sebagai petani bisa berangsur berubah menjadi perikanan,” unjarnya.
Camat Gayam, Setyo Yuliono, menyambut baik dan mendukung dengan adanya program yang bisa memberikan keahlihan warga sebagai ganti lahan mereka yang dibebaskan. Selain ada perubahan pekerjaan juga ada kesibukan setiap harinya. Sehingga tidak harus menggantungkan pekerjaan di proyek Banyuurip.
“Ide yang sangat bagus untuk pekerjaan warga. Karena, banyak warga Mojodelik yang lahan pertaniannya terbebaskan untuk kepentingan proyek negara ini. Jadi, tidak ada salahnya jika MCL membuat program sebagai ganti lahan mereka yang terbebaskan,” sambung mantan Camat Ngasem tersebut dihubungi via ponselnya Kamis (25/4/2013).
Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, usulan ditampung terlebih dulu untuk di sinkronisasikan dengan program dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Â Selain itu juga perlu dibicarakan dengan pihak terkait seperti kecamatan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Sementara untuk program kemasyarakatan tahun ini sudah akan berjalan, Mas. Kita tetap melaksanakan program pada tiga pilar yakni Kesehatan, Pendidikan dan pengembangan ekonomi,” jelas Rexy Mawardijawa melalui pesan pendek, Kamis (25/4/2013) (Sam)