Stok Solar di Tuban Hanya di 2 SPBU

spbu minus solar

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Dari belasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten  Tuban, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar hanya ada di dua tempat. Sedang untuk SPBU lainnya, diketahui nihil berdasarkan pantauan yang dilakukan pada pukul 05.00 WIB tadi, Jumat (27/4/2013).

Pagi ini, di SPBU Sleko, Kecamatan Semanding, masih tersedia sekitar itu 13 ton solar. Serta premium sekitar 47 ton. Di tempat ini juga dikabarkan adanya dua anggota kepolisian yang melakukan pengamanan sebagai antisipasi adanya antrian pengguna kendaraan.

“Dua anggota melakukan pengamanan,” jelas Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono melalui BlackBerry Messenger yang dia kirim.

Selain seleko, SPBU di Kecamatan Parengan juga diketahui masih adanya BBM jenis solar ini sekitar 5 ton. Sedang untuk premium masih ada dengan jumlah sekitar 8 ton.

Lainnya, sekitar 6 SPBU dijalur Pantura dikabarkan nihil, dan tidak ada pasokan sama sekali. Baik itu untuk BBM jenis solar maupun Premium. Kesemuanya adalah SPBU yang berada di lintasan jalur nasional Pantura Tuban tersebut.

Baca Juga :   Pencarian Hari Ke-6, Satu Motor Korban Perahu Terbalik Bengawan Solo Ditemukan

Diantaranya, SPBU Sugihwaras, SPBU Pereng, SPBU Compreng, SPBU Minoharjo, SPBU Tambakboyo, dan SPBU Bancar tengah. Sedang 2 SPBU lain yang ada di Kecamatan Rengel,  dan Kecamatan Jatirogo juga diketahui mengalami kehabisan stok.

Sementara itu, SPBU lainnya, seperti SPBU gerdu laut, SPBU Manunggal, SPBU Palang, SPBU Tegalbang, SPBU Dasin, SPBU Bogang, dan SPBU Bancar perbatasan, dinyatakan masih menyediakan BBM jenis Premium. Hingga saat ini, belum bisa dipastikan. Kapan SPBU yang telah kehabisan solar akan menerima pasokan kembalu dari Pertamina.

Sebelumnya, pengendara dan pengguna BBM dengan jenis solar subsidi mengaku kesulitan untuk mendapatkan BBM selama hampir satu bulan terakhir. Kondisi ini, akibat adanya pengetatan pasokan oleh Pertamina. Akibat penggunaan yang terlalu besar pada Triwulan I pada tahun 2013 ini. Sehingga Pertamina merasa perlu untuk melakukan penghematan dengan dalih ketersediaan solar subsidi hingga akhir tahun. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *