SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pengerjaan proyek pipa Blok Cepu yang dilaksanakan konsorsium PT.IKPT-PT.Kelsri, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) – 2 Banyuurip terancam molor. Sebab sesuai tanggal efektif kontrak pekerjaan kepada Mobil Cepu Limited (MCL) hanya tersisa sekitar empat bulan dari masa kontrak yang ditandatangani yakni dimulai tanggal 31 Oktober 2011 dengan target penyelesaian 30 Agustus 2013.Â
Dari pantauan di lapangan, sejumlah permasalahan kerap menghambat pekerjaan pipa 20 inci sepanjang 72 kilo meter yang membentang mulai Desa Mojodelik, Kecamatan Kabupaten Bojonegoro hingga bibir Pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mulai dari tertundanya pekerjaan karena masalah cuaca, permasalahan lahan disepanjang jalur pipa seperti di Desa Sembung, Kecamatan Kapas.
Juga pekerjaan terhambat karena persoalan tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam berupa lapangan sepak bola yang hingga belum juga tuntas. Â
Menanggapi segudang permasalahan itu, MCL tetap optimis pengerjaan yang sedang dilakukan kontraktornya masih bisa terselesaikan secara tepat waktu.Â
“Kami masih berpedoman pada kontrak yang ada,” ujar Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy mawardijaya, kepada suarabanyuurip Jum’at (26/4/2013).
Bahkan saat disinggung dengan adanya perpanjangan jika kontrak tersebut terlewati? MCL menegaskan tetap menarget sesuai yang ada pada kontrak tersebut. Â
“Kami bersama kontraktor  masih mentargetkan penyelesaina sesuai rencana mas,” tandas dia melalui pesan pendek. (roz)