SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bojonegoro, Husnul Khuluq menyangkan atas insiden yang menimpa MA, siswa SMP di salah satu sekolah di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang tewas setelah ditendang pelatihnya saat latihan pencak silat di desa setempat.
“Tentu kami menyayangkan sekali. Mari bersama-sama untuk lebih hati-hati dalam merencanakan, sekiranya kegiatan yang berbahaya agar jangan dilakukan,” pesan Husnul Khuluq.
Dia mengungkapkan, setelah mengetahui kejadian tersebut dirinya langsung memberikan himbauan dan peringatan kepada pihak sekolah-sekolah yang siswanya mengikuti kegiatan pencak silat dan pengurus organisasi pencak silat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Aspek keselamatan perlu dijaga, saya sudah meminta kepada guru dan pengurus pencak silat untuk berhati-hati saat memberikan latihan kepada siswanya (siswa perguruan),”pintanya.
Seperti diketahui, MA pelajar berumur 16 tahun tewas usai latihan pencak silat Rabu (24/04) lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu MA bersama dua temannya diminta untuk melakukan sabung oleh pelatihnya. Nahasnya, saat korban melakukan kuda-kuda, seorang pelatihnya, Wr, menendang perut korban dan diduga mengenai ulu hatinya.
Pihak keluarga saat itu sudah meminta kepada pelatih atau dari komunitas untuk bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anaknya. (had)