SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Belum usai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubisidi jenis Solar, kini disusul premium. Langkanya dua jenis sumber energi itu menjelang kenaikan BBM yang diwacanakan pemerintah pada Mei mendatang.
“Untuk mendapatkan solar saja warga sangat kesulitan, kok malah mau disusul dengan bensin juga mau dinaikan. Â Pastinya masyarakat akan kesulitan lagi,” kata Sri’ah (50), penjual bensin eceran di Jalan Jaksa Agung Soeprapto Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2013).
Susahnya untuk mendapatkan BBM jenis premium kini mulai dirasakan oleh pedagang eceran di Bojonegoro. Pedagang mengaku harus berjam jam antre di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan bensin. Selain itu, mereka juga harus beralih dari satu SPBU ke SPBU lain.
“Karena kata petugasnya bensinya sudah habis begitu,” imbuhnya.
Senada juga dikatan Sa’im (45), penjual bensin di kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro. Dia mengaku sudah tiga hari terakhir kesulitan mencari bahan bakar jenis premium di SPBU di kota Bojonegoro.
“Sebenarnya tetap bisa membeli, tetapi lama sekali antrinya,” jelasnya.
Dari pantauan di lapangan, tampak beberapa SPBU di Bojonegoro terjadi antrean panjang. Bahkan di SPBU Kelurahan Ngerowo dan Kalianyar antrean sepeda motor mengular hingga ke jalan raya.
Dikonfirmasi terpisah, Assisten Customer Relation – External Relation PT Pertamina (Persero) – Fuel Retail Marketing Region V, Rustam Aji, enggan memberikan jawaban terkait akan dinaikkannya harga BBM jenis Premium. Rustam menegaskan, kebijakan BBM mulai dari harga dan kuota yang menentukan sepenuhnya pemerintah pusat.
“Kami dari pertamina hanya menjalankan penugasan dari pemerintah,” ujarnya singkat. (had)