SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Sebanyak 17 orang yang diduga imigran ditangkap jajaran Kepolisian Resort Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (28/4/2013). Belasan warga asing dari Negara Iran itu rencananya akan langsung diserhakan ke Polda Jatim.
Data dari Mapolres Bojonegoro, para imigran gelap itu disergap polisi di dekat wilayah perbatasan Bojonegoro – Tuban, tepatnya di Desa Banjarjo, Kecamatan Bojonegoro. Belasan imigran itu tengah melakukan perjalan dari Cisarua, Jakarta menuju Blitar menggunakan tiga mobil travel jenis Elf.
Namun perjalanan rombongan imigran itu sudah terendus polisi. Buktinya, dua rombongan berhasil diamankan Jajaran Polres Tuban. Sedangkan satu rombongan berhasil kabur dan kemudian ditangkap jajaran Polres Bojonegoro.
Rombongan imigran yang berhasil diamankan jajaran Polres Bojonegoro berjumlah 17 orang. Rinciannya 7 orang perempuan dan 8 laki-laki serta 2 anak-anak. Mereka menumpang mobil Elf bernomor polisi K 1003 JA. Belasan imigran itu kemudian dibawa ke SPKT Mapolres Bojonegoro untuk didata.
“Kita akan langsung serahkan kepada Satgas khusus penanganan imigran di Mapolda Jatim yang kerja sama dengan kantor imigrasi,” ujar Wakil Kepala Polisi Resort (Wakapolres) Bojonegoro, Kompol Deny Abrahams, Minggu (28/04/2013).
Deny mengungkapkan, penyergapan rombongan imigran ini berdasarkan informasi dari Polda Jatim. “Kemudian kita berkoordinasi dengan Polres Tuban dan melakukan penghadangan satu rombongan  yang berhasil kabur,†tegas dia.
Petugas Polres Bojonegoro mengaku terkendala saat melakukan pemeriksaan. Pasalnya dari 17 imigran tersebut tidak bersedia diinterogasi. Selain itu, mereka yang menguasai bahasa inggris cuma sepotong-potong.
“Mereka tidak bersedia diinterogasi,” ungkap Deny.
Sesuai keterangan dari sopir travel, Kurniawan Pratama, kata Deny, rombongan tersebut menggunakan jasanya dari Cisarua, Jakarta menuju ke Blitar.
“Sopir travel mengaku mendapat kabar dari temannya yang akan menggunakan jasa travel tujuan ke Blitar,” lanjutnya.(had)