SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pengerjaan proyek Kampung Tunnel yang dilaksanakan CV. Jaya Makmur, subkontraktor PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, tidak sesuai target. Faktor cuaca diduga menjadi penyebab molornya pembangunan jalan trowongan tersebut.
Sesuai jadwal, proyek Kampung Tunnel dimulai Oktober 2012 lalu dan ditargetkan selesai akhir Desemebr 2012 dan paling lambat Janurai 2013 lalu. Namun sampai sekarang pembangunan jalan trowongan yang menghubungkan Desa Bonorejo – Brabowan itu belum juga kelar.
Kepala Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Siti Rokhayah, berharap, agar pengerjaan proyek kampung tunnel yang dikerjakan oleh CV Jamu itu bisa segera diselesaikan agar pembangunan jalan paving yang menghubungkan ke Desa Brabowan juga dapat selesai.
“Secara pasti permasalahannya apa saya tidak faham, Mas. Mungkin saja, molornya karena faktor hujan bulan lalu yang membuat lokasi proyek sering tenggenangi air,” kata Siti Rokayah menjelaskan.
Dikonfirmasi terpisah sejak beberapa hari ini, baik hubungan masyarakat (humas) CV Jamu, Bintoro maupun Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan, belum memberikan penjelasan. Pesan pendek yang dikirim suarabanyuurip.com belum ada balasan jawaban.
Untuk diketahui, proyek kempung tunnel ini membangun jalan trowongan. Diatas trowongan juga difungsikan sebagai jalan untuk transportasi kendaraan proyek migas. Sedangkan trowongan difungsikan untuk jalan warga di Desa Bonorejo dan Brabowan. (sam)