Dishub Atur Ulang Traffic Light

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan monitoring dan evaluasi pada traffic light di beberapa titik diwilayah kota agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada saat dua kali lampu merah menyala.

“Jangan sampai kendaraan yang berhenti  itu berhenti lagi karena ketidaksesuaian timernya,” tegas Kabid Perhubungan Darat Dishub Bojonegoro, M Chosim kepada www.suarabanyuurip.com, Senin (29/4/2013).

Dijelaskan, lama tidaknya pengaturan traffic light itu tergantung dari jumlah atau volume kendaraan yang dilewati. Karena setiap ruas jalan berbeda seperti simpang satu dengan simpang lainnya. Artinya, jika Lalu Lintas Harian Rata (LHR) tinggi timernya juga berbeda.

“Ada titik-titik tertentu yang terjadi kenaikan volume kendaraan, sehingga tiap Traffic light perlu diatur ulang,” tandasnya.

Untuk LHR dikatakan lancar yaitu lama timer 20 detik. LHR sedang lama timer 25 detik, dan untuk LHR padat lama timer 30 detik. Untuk lokasi dengan LHR sedang diantaranya perempatan kota Jalan Diponegoro, Jalan Teuku Umar, Banjarjo, dan Jalan Lisman.

Baca Juga :   Musim Libur Berkah Tukang Tambal Ban

“Titik yang sedang ada di jalan Hasyim Ashari dan Jalan Diponegoro.  Untuk LHR padat terdapat di Jalan Ahmad Yani, Gajah Mada dan Untung Suropati,” ujar Chosim menerengkan.

Dia menambahkan, dari 16 traffic light di Bojonegoro, hanya dua yang menggunakan tenaga surya atau disebut solar cell. Sedangkan lainnya menggunakan jasa dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).  Karen program solar cell baru masuk pada tahun 2012 lalu.

“Kalau semua tenaga listrik diganti dengan solar cell ya membutuhkan biaya banyak,” ungkap Chosim. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *