SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Tender proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and constructions/EPC) untuk pengerjaan proyek unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru(TBR) dan terintegrasi Lapangan Cendana rencanannya akan dimulai akhir tahun 2013.
“Mengacu jadwal, rencananya akhir tahun tender sudah bisa dilakukan,” kata Kepala Lembaga Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro kepada Suarabanyuurip.com, Senin (29/4/2013).
Ellan mengatakan, proyek unitisasi ditarget harus berproduksi pada tahun 2017. Sekarang ini progres proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Front End Engineering Desain (FEED). Kedua tahapan itu diperkirakan akan selesai juga dalam tahun ini.
“Kira-kira antara kuartal kedua dan tiga tahun ini bisa selesai,” imbuhnya.
Mengenai besaran investasinya, sebelumnya dia mengatakan mencapai sekitar US$5 miliar. Sedangkan untuk Operating Expenditure (Opec) diperkirakan US$1 miliar dan Capital Expenditure (Capex) US$3,2 miliar.
Elan menuturkan, tender tersebut akan dilaksanakan oleh PT.Pertamina EP Cepu (PEPC) selaku operatorship proyek unitisasi. Hanya, berapa jumlah paket EPC yang akan ditenderkan dia belum mengetahui.
“Tender EPC ada yang sampai tiga dan bahkan tujuh,” imbuh dia.
Hak partisipasi proyek unitisasi pengembangan gas bumi Jambaran-TBR adalah hak partisipasi. Mobil Cepu Limited-Ampolex mendapat porsi lebih besar  (MCL) dari PEPC. Yakni 8 % untuk PEPC dan 92 % MCL. Pembagian itu untuk setiap biaya investasi dan biaya operasionalnya.(roz).