SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Polres Bojonegoro, Jawa Timur akan mengintensifkan monitoring pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di wilayah setempat.
“Kami juga akan memantau jalur distribusi untuk meminimalisir adanya aksi penimbunan BBM,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Rakhmad Setyadi, Selasa (30/04/2013).
Kegiatan itu dilakukan mengingat per 1 Mei 2013 besok pemerintah berencana menaikan harga BBM. Rakhmad menegaskan, kebijakan pemerintah membuat dua harga BBM rawan akan terjadi gejolak sosial. Bahkan sekarang ini pihaknya sudah menginstruksikan setiap Polsek untuk membuat laporan khusus selama krisis BBM sampai menjelang kenaikan.
“Untuk meredam terjadinya gejolak masyarakat, setiap hari anggota kami  memonitor di lapangan,” imbuh Setyadi.
Dari hasil monitoring itu nantinya untuk memastikan di mana SPBU yang kosong, dan perlu untuk penambahan pasokan lagi. Selain itu mana saja yang terjadi antrean panjang.
Pihaknya menghargai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, namun kenaikan itu diharapkan tidak diikuti dengan penimbunan BBM. Pihaknya akan menindak tegas soal penimbunan.
“Tidak bisa dipungkiri disparitas harga akan menggoda orang untuk melakukan penimbunan BBM,” pungkasnya.(had)