Produksi Minyak Blok Tuban Stagnan

Lapangan Sukowati

SuaraBanyuurip.com -  Eky Nurhadi

Bojonegoro –  Produksi minyak di Lapangan Sukowati maupun Mudi, Blok Tuban yang dikelola Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ) stagnant. Produksi dua sumur itu hanya berada di kisaran 34.500 sampai 35.000 barel per hari (bph).

Field Administration Superintendent  JOB P-PEJ, Hananto Aji, mengatakan, sejak awal beroperasi sampai sekarang JOB P-PEJ terus melakukan penambahan produksi dengan cara mengoptimalkan sumur yang ada dan melakukan penambahan sumur.

“Lapangan sukowati yang masih produktif, tetapi kita masih melakukan penambahan terus, saat ini kita melakukan pengeboran sumur yang ke-24,” ujar Hananto kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (04/04/2013).

Hananto menjelaskan, penambahan sumur ke-24 tersebut untuk memenuhi target produksi minyak tahun ini yakni sebanyak 51.000 – 55.000 Bph. Sebelumnya sumur ke-23 juga telah dibor di Pad B, selanjutnya sumur ke-24 tersebut juga terletak di Pad B di Lapangan Sukowati di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Dengan adanya penambahan sumur itu semoga dapat menambah produksi minyak JOB P-PEJ,” harap dia.

Baca Juga :   Pembebasan Lahan Desa Ring 1 Blok Cepu Tuntas

Ditambahkan, selain ada penurunan produksi, minyak yang keluar dari perut bumi Blok Tuban itu juga acap kali keluar bercampur air. Sehingga diperlukan proses penyaringan dan penyulingan.

“Kita akan mengoptimalisasikan sumur yang ada agar target produksi bisa terpenuhi,” tegas Hananto.

Sementara, jumlah produksi dari sumur Mudi Desa Rahayu saat ini rata-rata 1.500 – 2.000 bph. Sebelumnya sumur terseut bisa mencapai 20.000 bph. (had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *