SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Angka kematian ibu saat melahirkan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih terbilang tinggi. Selama kurun waktu empat bulan terakhir ini tercatat 18 ibu meninggal saat melahirkan di rumah sakit.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengakui, bahwa kasus kematian ibu saat melahirkan masih tinggi. Menurut dia, ada banyak faktor yang menyebakan masih tingginya jumlah kematian ibu saat melahirkan. Di antaranya mempunyai kelainan seperti menderita penyakit jantung, asma, kurangnya asupan gizi yang cukup saat mengandung, hingga faktor kemiskinan.
“Ini akan menjadi evaluasi bersama. Saya sudah meminta kepada petugas kesehatan mulai rumah sakit hingga poliklinik desa untuk memberikan pemahaman pada ibu hamil tentang pentingnya kesehatan,” tegas Suyoto.
Terpisah, Staf Ahli Fraksi PKS DPRD Bojonegoro, Yudi Sulistiyo, mengatakan, masih tingginya kasus kematian ibu saat melahirkan itu sungguh memprihatinkan.
“Satu nyawa sangat berarti. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak boleh mengabaikan tingginya kasus kematian ibu saat melahirkan ini,†ujarnya.
Yudi Sulistiyo menyebut, pada tahun 2012 lalu kasus kematian ibu saat melahirkan mencapai 95,5 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara, angka kematian bayi sebanyak 9,81 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan, jumlah keluarga miskin pada tahun 2012 lalu sebanyak 17.251 kepala keluarga (KK).
“Kasus kematian ibu saat melahirkan ini disebabkan banyak faktor. Tetapi yang dominan faktor kemiskinan dan pendidikan yang rendah. Oleh karena itu, pemerintah harus punya cara untuk menekan kasus itu,†ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, drg Thomas Djaja, mengatakan, kasus kematian ibu saat melahirkan bisa dipicu banyak faktor. Salah satunya adanya kelainan pada ibu tersebut.
Ia mengatakan, sebetulnya saat ini ibu hamil dari keluarga miskin mendapatkan fasilitas berupa jaminan persalinan (jampersal). Dalam program mereka dibebaskan biaya persalinan dan pengobatannya baik di puskesmas maupun rumah sakit digratiskan.
“Ibu hamil banyak yang memakai jampersal itu saat persalinan. Biayanya gratis,†tandasnya.(had)