SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Batas waktu sewa lahan milik warga dijalur pipanisasi minyak Blok Cepu sepanjang 72 kilo meter yang terbentang mulai Lapangan Minyak Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga bibir Pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah habis pada Mei 2013. Rencananya lahan itu akan diperpanjang sewanya kembali oleh Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, hingga tiga tahun kedepan.
Informasi yang diperoleh dilapangan menyebut, lahan warga disepanjang proyek pipa yang sekarang ini dikerjakan PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – Kelsri itu mulai disewa MCL pada 2010 dengan harga sewa permeternya Rp5.000 per tahun. Kemudian harga sewa itu naik menjadi Rp5.500 permeter.
Kepala Desa Jelu, Guntur, mengatakan, luas lahan milik warga Jelu yang disewa MCL untuk pipanisasi Blok Cepu antara 100 meter hingga 1000 meter. Jumlah warga pemilik lahan yang disewa sebanyak 29 orang.
“Informasinya sewanya akan diperpanjang tiga tahun kedepan untuk tahap pertama,†kata petinggi desa yang wilayahnya dilalui pipa minyak Blok Cepu kepada www.suarabanyuurip.com, Selasa (14/05/2013).
Hanya saja, Guntur mengaku, belum mengetahui kapan MCL akan melakukan pembayaran perpanjangan uang sewa kepada warga.
“Saya sudah diberitahu terkait undangan bagi warga yang lahannya terkena proyek pipa tersebut. Tapi, tanggal pastinya pembayaran saya belum tau, Mas. Mungkin saja, kalau tidak Kamis ya Jumat besuk ini,”. jelas Guntur.
Sementara, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, berjanji, akan melakukan pengecekan lebih dulu terhadap lahan dijalur pipa yang masa sewanya telah habis.
“Saya cek dulu ke tim tanah ya mas,†sambung Rexy singkat. (sam)