Belum Data Kebutuhan Naker Proyek Gas Cepu

aris kurrnia

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) belum dapat memperkirakan kebutuhan tenaga kerja (Naker)untuk proyek unitisasi Jambaran-Tiung Biru (TBR)- Lapangan terintegrasi Cendana. Disamping belum ada kegiatan dilapangan, juga dikarenakan masih banyak tahapan yang harus dilakukan Pertamina Eksploirasi dan Produksi Cepu (PEPC) selaku operatorship proyek unitisasi Jambaran-TBR.

“Belum tahu jumlahnya, masih terlalu awal soal itu,” ungkap Kepala SKK Migas perwakilan Jawa, Bali, Madura, Nusa Tenggara (Jabamusa), Agus Kurnia kepada Suarabanyuurip.com usai acara seminar “Menggagas Pendidikan Berkualitas Untuk Menyiapkan SDM Bojonegoro Menuju Era Industrialisasi” di lantai dua ruang Angling Dharma, Pemkab Bojoneegoro, Rabu (15/5/2013).

Agus menuturkan, proyek unitisasi saat ini sedang proses pengurusan ijin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun dia juga tidak bisa memastikan kapan ijin tersebut dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH).

“Belum tahu kapan pastinya. Bisa jadi akhir tahun ini,” tandas Agus.

Oleh karenanya, pihaknya mengaku bahwa SKK Migas akan terus menekan Pertamina agar segala persiapan segera diselesaikan. “Nah, makanya Pertamina akan kita push,” tambah Agus.

Baca Juga :   11 Kecamatan Potensi Migas, DPRD Dorong Eksplorasi untuk Tingkatkan APBD

Sebagaima diketahui, Pertamina EP Cepu didapuk sebagai operatorship, pengembangan Gas Jambaran-TBR setelah Kementerian ESDM dan SKK Migas menyetujui Plan Of Development (PoD) pada tanggal 28 Februari 2013 lalu. Namun untuk pengembangan Lapangan Cendana Mobil Cepu Ltd (MCL) bertindak sebagai operator. (roz).

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *