SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Para pedagang di Pasar Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur resah dengan isu munculnya tuyul. Dalam seminggu ini mereka mengaku sering kehilangan uang.
Informasi yang diperoleh dilapangan, pedagang sering kehilang uang didompet yang mereka taruh dilaci tempat dagangan mereka. Rata-rata uang yang hilang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
“Iya mas, banyak bakul kehilangan uang seminggu ini. Isu yang beredar yang nyuri tuyul,” ujar Fatonah, salah seorang penjual bumbu dapur di Pasar Moropeleng.
Salah seorang pedagang lain yang keberatan menyebutkan namanya, mengaku uangnya yang disimpan dilaci meja tempat jualannya hilang Rp 100 ribu sebanyak dua lembar. Namun dia ragu jika yang mencuri uangnya adalah tuyul. Menurutnya, banyak cara gaib yang dapat dilakukan untuk mengeruk kekayaan.
“Bisa jadi dengan cara pesugihan uang kembali. Maksudnya, uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu yang dipakai belanja, akan kembali ke yang punya. Jadi uang tersebut digunakan belanja terus dan akan selalu kembali kepada empunya. Dia mendapat keuntungan dari uang kembalian dari uang yang dibelanjakan, “ tutur penjual sembako tersebut.
Akibat merebaknya isu tuyul tersebut membuat Pasar Moropeleng sepi pengunjung.
Kepala Desa Moropelang, Slamet Hisbullah belum bisa dikonfirmasi. Kasi Trantib Sukardi mengaku baru dengar kabar tersebut.
“Kalau kabar uang digondol tuyul itu sangat sulit membuktikannya, Mas. Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa,” sambung Sukardi, Rabu (15/5/2013)
Kepala Satpol PP Babat, Kasmin, ketika dikonfirmasi terpisah dengan banyaknya pedagang pasar Moropelang yang kehilangan uang karena digondol tuyul, justru memberikan jawaban nyeleneh.
“Orang yang kehilangan uang karena kurang zakat mas,” ujar Kasmin melalui pesan pendek.(tok)